Categories
Kesehatan

Tips mencegah corona saat di tempat umum

Penyebaran COVID-19 sekarang menjadi momok menakutkan bagi setiap orang. Selain itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menambahkan cara penularan COVID-19 melalui tiga aspek, yaitu tetesan, kontak langsung dan melalui udara.

Daeng M. Faqih, PB Ketua Asosiasi Dokter Indonesia (IDI) dalam kilatnews , menjelaskan, penyebaran melalui udara ke dalam cara baru untuk penyebaran virus COVID-19. Menurut dia, virus dapat bertahan hidup di udara dan melayang cukup lama sehingga dapat dengan mudah menulari orang lain.

“Jadi ini adalah, periode udara udara. Ketika virus itu melayang dan kemudian terhirup oleh kami, kami akan secara otomatis terkena virus. Virus ini dikatakan terakhir dari 3 sampai 8 jam, tapi belum ada kepastian juga,” kata Daeng.

Melihat situasi tersebut, Daeng meminta agar semua orang dapat menjaga terhadap tiga dari penyebaran. Dalam hal ini, Daeng meminta khusus untuk pelaku industri untuk membantu menghindari penyebaran virus COVID-19 dengan berbagai protokol kesehatan dan keselamatan yang sudah ditetapkan.

Daeng khusus bisnis yang berhubungan langsung dengan ruang besar publik, beberapa di antaranya adalah aktor Hotel, membangun kantor manajemen, properti, lembaga pendidikan, manajer transportasi, dan lain-lain.

Oleh karena itu, Daeng mencoba memberikan saran kepada bisnis tentang cara-cara yang dapat Anda lakukan untuk menghindari penyebaran virus COVID-19. Langkah-langkah ini kemudian dilewatkan melalui Datascrip Daeng E-Confrence Solusi Hari 2020 dengan tema “Penerapan Standar Kesehatan untuk Ruang Publik di Era Baru”.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah untuk memastikan udara di ruang publik bebas dari virus. Kemudian, memeriksa secara berkala untuk mendapatkan kualitas udara yang baik untuk kesehatan semua orang.

“Airborne berkaitan erat dengan kualitas udara, sehingga harus dipastikan tempat di aktivitas ruang publik itu harus memiliki udara yang baik,” tambah Daeng.

Kemudian, ia juga mengimbau semua item di ruang publik harus bebas dari COVID-19, salah satu cara adalah untuk membersihkan barang-barang secara teratur dengan protokol yang telah ditetapkan.

“Barang-barang ini juga harus menjadi perhatian karena mungkin ada virus yang menempel di sana. Misalnya, setelah bersin seseorang atau batuk di dalam ruangan dan bunga api yang melekat pada satu barang, sudah pasti barang tersebut akan terkontaminasi,” jelasnya .

Langkah terakhir adalah untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk semua orang yang berada di ruang publik. Membersihkan mereka, cek suhu tubuh, penggunaan masker, dengan mencuci tangan rajin menjadi standar protokol medis harus diterapkan.

“Orang yang sehat juga harus menggunakan masker ketika di depan umum karena kali ini ada juga kasus positif tidak menunjukkan gejala. Jadi, hal ini dilakukan untuk infeksi menghindari dan penularan virus COVID-19,” katanya lagi.

Kemudian, tiga cara dikenakan pada setiap lingkup publik sehingga penyebaran virus COVID-19 dapat dihindari. Pasalnya, menurut Daeng, hal ini akan memakan waktu lama karena sampai saat ini belum ada vaksin untuk melawan virus yang ditemukan untuk COVID-19. Jika vaksin lama yang ditemukan, maka akan pergi jauh juga untuk kesehatan, sosial, ekonomi, investasi dan sektor lainnya.

“Ini yang pemerintah mengeluarkan pernyataan yang membuat perdamaian dengan COVID-19 untuk mengeluarkan kebijakan baru terkait dengan normal. Oleh karena itu, kita perlu dukungan dari banyak industri karena normal baru untuk paling penting adalah pencegahan,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *