Categories
entertainment

Fakta seputar covid 19

virus corona masih menghantui sejumlah negara di dunia. Termasuk Indonesia. Virus baru ini cukup berbahaya jika tidak ditangani dengan benar.

Tapi siapa virus akan benar-benar corona adalah penyakit yang mampu menyembuhkan dirinya sendiri. Tentu saja dengan syarat bahwa sistem kekebalan yang kuat.

masa penyembuhan Corona virus sendiri tergantung pada berbagai faktor. Namun, berapa lama kah waktu yang dibutuhkan untuk menyingkirkan virus corona? Lihat ulasan dari informasi yang dikumpulkan dari halodoc berikut.

Menurut WHO, Kamis (2020/04/02), sekitar 80% dari total kasus Covid-19 virus yang menyebabkan gejala ringan. Itu berarti, dalam kasus ini pasien merasa hanya gejala ringan virus corona.

Mulai dari demam, sesak napas sampai batu. Gejala ini juga bisa membatasi. Jika tidak ada gejala yang lebih lanjut, kesempatan untuk dapat memulihkan lebih cepat juga semakin besar.

Virus yang Bisa Sembuh Sendiri
Virus corona hingga kini masih menjadi momok menakutkan bagi hampir di seluruh negara di dunia. Sebab, Covid-19 tergolong ke dalam virus baru dan belum ditemukan antivirusnya.

Siapa sangka, virus corona sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya. Masa penyembuhan virus ini tergantung pada sejumlah faktor. Salah satunya yaitu sistem kekebalan tubuh pasien. Ya, virus corona bisa sembuh dengan sendirinya jika sistem imunitas tubuh pasien sangat kuat.

Lama Waktu untuk Gejala Ringan
Proses penyembuhan virus corona bisa lebih cepat, bila pasien positif hanya merasakan dan menunjukkan gejala ringan saja. Mulai dari demam, batuk kering, sesak napas yang hilang dengan sendirinya, sakit dan nyeri.

Paling tidak mereka akan membutuhkan waktu selama tujuh hari hingga dua minggu. Saat tubuh menunjukkan gejala seperti di atas, tidak perlu panik sebab proses penyembuhan bisa dilakukan sendiri secara mandiri di rumah.

Virus yang Menginfeksi Tidak Berbahaya
Melansir dari halodoc, pada intensitas ringan ini, virus corona yang menginfeksi tubuh cenderung tidak berbahaya. Berbeda cerita bila yang merasakannya orang lansia, anak-anak hingga seseorang dengan riwayat penyakit. Mereka tetap membutuhkan cairan infus untuk mencegah dehidrasi.

Gejala ringan itu bisa sembuh dengan istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih, dan mengonsumsi obat penurun demam. Jika dipraktikkan dengan benar dan baik, memungkinkan gejala akan mereda dalam waktu seminggu. Hal ini lantaran, sistem kekebalan tubuh akan melawan virus itu sendiri.

Penderita dengan Gejala Sedang
Untuk pasien dengan gejala sedang, pengobatan akan dilakukan tergantung pada intensitas parah atau tidaknya gejala yang muncul. Gejala sedang meliputi demam tinggi, batuk, sesak napas, menggigil, badan lemas, nyeri hingga tidak mampu bergerak dari tempat tidur.

Apabila sesak napas tidak mereda dengan sendirinya, segera lakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat. Hal itu karena menandakan kadar oksigen di dalam darah begitu rendah. Buruknya, bila tidak segera diatasi maka nyawa menjadi taruhannya.

Tidak Perlu Rawat Inap
Melansir dari halodoc, pasien dengan gejala sedang tidak memerlukan prosedur rawat inap, kecuali dalam kondisi tertentu. Mulai dari kesulitan bernapas, dehidrasi (rasa haus luar biasa), penurunan jumlah urine, urine berwarna gelap dan kental, mulut kering, pusing dan kulit kering.

Sumber : https://era.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *