Categories
entertainment

Profil Poprocker Cantik Avril Lavigne

Penyanyi kanada  ini dikenal dengan gaya musiknya yang rock, punk, dan memberontak. Ya, Avril Lavigne yang mampu membuat pecah konsernya di panggung musik tahun 2002 dengan album-multi platinumnya “Let Go”. dia menghabiskan masa kecilnya di daerah Napanee, Ontario. Bakatnya sudah mulai terasah sejak ia menjadi penyanyi gereja pada usia muda dan melakukan perjanjian kontrak dengan Arista Records di tahun 2000. Dua tahun semenjak kontraknya dimulai, ia merilis album debutnya yang berjudul “Let Go”. Yang menjadi unggulan dalam album ini ada pada single hits “Complicated” dan “Sk8er Boi” hingga terjual lebih dari 25 juta kopi di seluruh dunia. Kemudian album-album selanjutnya pun kembali diproduksi seperti album “Under My Skin” (2004), “The Best Damn Thing” (2017), “Goodbye Lullaby” (2011), dan “Avril Lavigne” (2013).

Kehidupan awal Avril dimulai saat ia dilahirkan di Belleville, Ontario, Kanada pada tanggal 27 September 1984. Seperti yang tadi diulas, masa kecilnya ia habiskan di napenee Ontario. Ia dibesarkan oleh kedua orang tuanya yang sangat religius sehingga ia memulai menyalurkan bakatnya pada kegiatan kegerejaan. Ia kemudian mulai mempelajari gitar dan membuat musiknya sendiri saat remaja. Pada awal mula sebelum terjun pada karier musik, ia pernah memutuskan untuk berfokus dengan musik country namun akhirnya ia berubah haluan. Setelah ia lulus sekolah menengah, ia pun pergi ke New York kemudian pindah kembali ke Los Angeles untuk bermitra dengan Arista Recods. Selama lebih dari sepuluh tahun, Avril berhasil menikmati hasil dari kesuksesannya debut dengan suara popnya yang dikompilasi nuansa punk.

Mari kita membahas album milik pertamanya, Let Go. album tersebut telah berhasil mencapai hit nomor satu dengan single “Complicated”. Dalam single tersebut, mengisahkan tentang hubungan yang rumit dan menyulitkan. Selain single tersebut, hits lainnya seperti “Sk8er Boi” dan “I’m Eith You” juga tak kalah bagusnya dengan single pertamanya. Diantara lagu-lagu milik Avril menceritakan eksplorasi masalah hubungan dan kesengsaraan, kehidupan pribadi lavigne yang tampaknya berjalan baik. Hingga pada tahun 2006, ia menikah dengan sesama musisi Deryck Whibley, dari band pop-punk Kanada Sum 41. Singer Profile & Trivia

Album selanjutnya milik Avril kembali ke nuansa popnya yang lebih cepat temponya dan kesannya yang riang. Avril juga merilis album “The Best Damn Thing” di tahun 2007. Berkat album ini mencapai tangga nada ke 10 teratas melalui singlenya “Girlfriend”. Seorang kritikus bahkan bahkan mengatakan lagu itu Hipercatchy, dan melabeli album ini dipenuhi kemarahan dan kerentanan. Pada album berikutnya yang berjudul “Goodbye Lullaby” yang menggambarkan cinta, kebersamaan dan menggembirakan hingga rasa sakit hati. Di dalamnya Whibley menjabat sebagai produser di beberapa lagu di album tersebut. Lagu-lagu Avril tetap menggunakan power pop-nya termasuk menggunakan hit yang sangat hooky “What the Hell” sebagai single pertama album ini. Dan masih sama Avril berhasil mencapai puncak tangga lagu di Jepang, Australia, da Korea. Namun, pada masa album ini rilis juga ia bercerai secara baik-baik dengan Whibley.

Selepas perceraiannya dengan Whibley di tahun 2009, dia mulai berkencan dengan Broody Jenner selama beberapa saat. Walaupun berkencan, Musisi Chad Kroeger justru yang dapat menjadikan Lavigne tunangannnya. Keduanya memulai semua pada Februari 2012 ketika mereka berada dalam projek yang sama untuk album avril selanjutnya. Hingga pernikahan keduanya dapat berlangsung di tahun 2013. Namun sayang, pernikahannya hanya bertahan dua tahun saja. Walaupun begitu, album yang dibuatnya bersama suami menjadi rekaman yang diterima baik oleh masyarakat.

Avril bukan hanya menyenangi dunia musik, dia juga senang untuk menciptakan fashion ala dia sendiri. Misalkan parfum Forbidden Rose dan pakaian bermerek Abbey Dawn yang ia luncurkan sendiri. Di sisi lain, Avril juga senang melakukan kegiatan sosial hingga ia mendirikan Yayasan Avril Lavigne yang membantu kaum muda disabilitas dan penyakit serius. Dia merasa kegiatan sosial adalah kewajiban baginya.

Alasan kesukaannya berbagi mungkin ada kaitannya saat dia terkena penyakit Lyme sekitar tahun 2015. Ia bahkan dikabarkan hanya bisa berbaring di kasur selama lima bulan. Semenjak diagnosanya, dia kerap memberitakan perkembangannya pada awak media dan ia juga berharap untuk sembuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *